Winooskiml Personal Blog

Merokok itu cuma masalah sugesti

Apa yang salah dengan wanita merokok? Mbah Putri saya di kampung sana sejak muda sampai meninggal dunia di usia 75 tahun adalah seorang perokok Aktif. Ia wanita terpandang di kampungnya, karena ia istri dari mbah kakung saya, tokoh masyarakat dan ulama NU yang dihormati dan disegani, juga karena nenek dari Kartono a.k.a Anthony, yang ganteng, pintar, humoris dan mapan. Tidak ada yang berani memandang sebelah mata kepadanya, apalagi memandangnya dengan menutup kedua matanya, apalagi-apalagi sampai mengatakannya wanita nakal. Jika sampai ada yang mengatakan mbah Putri saya nakal karena merokok, maka besoknya akan saya beli rumahnya dan orang tersebut akan saya usir dari rumah yang sudah saya beli tersebut, sambil mengatakan padanya “Punya mulut disekolahin yah, biar gak asal jeplak.”

Menurut saya, merokok itu cuma masalah sugesti aja. Dengan merokok, beberapa orang akan merasa fokus dalam bekerja, tenang dalam berpikir, nikmat setelah makan, dan makin nikmat saat nongkrong di toilet. Tidak ada enaknya sebenarnya dari merokok, yang memasukan asap berisi racun nikotin ke tubuh, tapi bagi perokok aktif makin tidak enak jika tidak merokok. Tubuh akan tersiksa, pikiran akan tersandera, badan akan lemas, jika tidak merokok sambil bekerja, apalagi setelah makan, khususnya saat nongkrong di toilet.

Bagaimana halnya dengan perokok pasif, yang tidak merokok tapi mendapat asap rokok dari orang perokok aktif? Saya menyebut perokok pasif ini dengan istilah “dirokok”. Orang-orang yang dirokok ini ada yang mengatakan mempunyai dampak lebih merugikan tubuhnya dibanding perokok aktif. Asap rokok yang mereka hirup dari orang yang merokok biasanya langsung membuat mereka batuk-batuk, padahal perokok aktifnya tenang-tenang saja, enjoy sambil menguarkan asap dari lubang hidungnya. Kasihan perokok pasif ini. Kalo dipikir-pikir, mending merokok aja sekalian daripada dirokok.

Ada satu jawaban dari junior saya di kantor. Jika ditawari rokok oleh rekan yang merokok ia selalu menolak dan mengatakan “Maaf, saya gak suka merokok, saya suka dirokok.” Saya perhatikan orang yang menawari rokok tersebut tertawa dan mengatakan “Saya juga suka dirokok.”

Tertawanya rekan perokok aktif tersebut membuat otak saya yang berIQ 148 bingung, sudah jelas ia suka merokok, mengapa ia mengatakan suka dirokok? Saya bingung sendiri, mau bertanya ke orang tersebut saya malu, kan saya pintar masa nanya masalah hal remeh temeh gitu, akhirnya saya bertanya ke rumput yang bergoyang. Rumput yang bergoyang ini juga membuat saya bingung, kenapa rumput koq bergoyang-goyang, setelah saya dekati, rupanya ada 2 anak manusia, sedang bergelutan tanpa busana di rumput halaman rumah saya, yang lebih hijau daripada rumput di halaman rumah tetangga, pantas saja tetangga sering sirik dan iri ke saya.

Merokok itu cuma masalah sugesti Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Yuli Kurniawan

0 komentar:

Post a Comment